Larangan Makan & Minum sambil Berdiri

Saturday, March 12, 2011 | posted in | 0 comments



Assalammu'alaikum Wr. Wb.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Ashr ayat 3:

﴾۳﴿ إوَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

yang artinya “ saling menasehatilah kalian dalam kebenaran & kesabaran “ maka admin mencoba memberikan nasehat khususnya untuk diri sendiri dan umumnya untuk teman-teman semua..

Kalau ditanya siapa Tuhan kita?? maka tanpa keraguan sedikit pun kita pasti akan menjawab “ Allah SWT “
nah kalau ditanya siapa nabi kita? maka dengan lantang pasti kita akan menjawab “ Rasulullah SAW “

Tapi tahu ga sechh?? secara sadar atau tidak, kita yang mengaku sebagai umatnya Rasulullah SAW sering meninggalkan sunnah – sunnah beliau. Ga percaya?? Berikut ini adalah contoh hadits yang sering kita tinggalkan..(termasuk penulis tentunya)

“ Laa yasy rabanna ahadukum qaa imaa “ artinya “ Janganlah kamu minum sambil berdiri ”. Dengan lantang, tetangga saya yang masih duduk dikelas TK IT atau berumur kira-kira 6 tahun, menyuarakan hadits tersebut ketika melihat ayahnya minum sambil berdiri bahkan menggunakan tangan kiri pula (padahal untuk melakukan kebaikan kan seharusnya menggunakan tangan kanan), saya sendiri kaget, saya yang notabenenya lebih duluan mengeyam pendidikan (cuman lebih dulu, tapi kayanya mah masih cetek secara ilmu), dibanding tetangga saya yang baru sekolah di TK IT, lebih tahu dengan hadits tersebut.



SubhanAllah. .. pasti terdapat hikmah dibalik larangan tersebut. Akhirnya setelah melakukan surfing & tanya sama beberapa ustadz, akhirnya ditemukan juga beberapa alasannya:

Diriwayatkan dari Umar abi Salamah ra. :
Aku seorang anak laki-laki di bawah asuhan Rasulullah Saw dan tanganku biasa menjelajahi semua hidangan yang ada di depanku.
Rasulullah Saw bersabda kepadaku, “wahai anak, mulailah dengan menyebut nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu. makanlah makanan yang letaknya paling dekat denganmu”. Sejak saat itu, saya makan seperti itu. [HR Bukhari]

Bersabda Nabi: Dari Abu Hurairah, “Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim).

Tuhh kan banyak sekali sunnah-sunnah Rasullah yang mengatur adab-adab makan dan minum, mulai dari harus menggunakan tangan kanan, dilarang berdiri, dan jangan lupa untuk membaca doa.. selain mengandung unsur sunnah ternyata makan dan minum sambil berdiri itu juga bisa menyebabkan kematian lhoo (whuaduuh ngeri banget yah). Berikut penjelasan Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani (seorang Dokter dari Timur Tengah) :
Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran sepanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk."

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Diriwayatkan ketika Rasulullah SAW. dirumah Aisyah RA. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah SAW duduk, kemudian ia berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah SAW: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah SAW. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhari).

Jadi apa kita masih mau minum atau makan dengan tangan kiri apalagi sambil berdiri???

Wallahu 'alam

Posted by: Ferry Adriawan

0 Responses So far

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Recent Posts

Recent Comments

Popular Posts

Blog Archive

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

blogger graphics